Nationalgeographic.co.id–Varian menu seperti coconut milk coffee mulai banyak ditawarkan di sejumlah kafe dan kedai kopi Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa santan kini mulai dilirik sebagai alternatif campuran kopi menggantikan krimer. Namun, apakah campuran kopi dan santan aman untuk dikonsumsi? Menurut Vieta Annisa Nurhidayati, dosen Program Studi Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi Sekolah Vokasi IPB University, penggunaan santan dalam kopi diperbolehkan selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. “Santan bisa digunakan sebagai krimer, terutama untuk konsumen yang memiliki lactose intolerance maupun yang ingin menghindari produk hewani. Rasanya gurih dan bahkan bisa lebih creamy dibandingkan krimer biasa,” ujar Vieta. Lebih lanjut, Vieta menjelaskan bahwa santan mengandung asam laurat yang bersifat antimikroba dan berpotensi meningkatkan sistem imun. Jenis lemak dalam santan berupa Medium-Chain Triglycerides (MCT), yang lebih mudah dicerna tubuh. Penggunaan santan dalam kopi bisa menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang menghindari produk susu. Sebab, karakteristik santan dianggap lebih ramah bagi saluran pencernaan dibanding susu. Kendati demikian, Vieta mengingatkan bahwa kandungan lemak jenuh santan cukup tinggi. Karena itu, ia menyarakan agar masyarakat tidak mengonsumsi santan secara berlebihan. “Meskipun secara umum aman, santan sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah sedang untuk menjaga kesehatan,” imbaunya seperti dilansir laman IPB University. topntp26/Freepik Kopi campur santan menjadi varian menu kopi yang kini banyak ditawarkan. Vieta juga memberikan catatan khusus bagi penderita dislipidemia, gangguan jantung, atau masalah empedu untuk berhati-hati mengonsumsi kopi berbahan campuran santan. Alasannya, santan mengandung lemak jenuh yang tinggi, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Kadar kolesterol LDL yang tinggi ini dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Baca Juga: Bolehkah Minum Air Kelapa Setiap Hari? Ini Kata Ahli Gizi IPB Selain itu, karena mengandung lemak jenuh yang tinggi dan bisa mengakibatkan terjadinya peningkatan kolesterol jahat di dalam tubuh, santan pada akhirnya juga dapat memicu penyakit batu empedu. Menurut situs American Heart Association, batas kalori dari lemak jenuh yang boleh dikonsumsi sekitar 6 persen dari kalori total. Jika kebutuhan harian Anda adalah 2000 kalori, dapat dihitung jumlah total lemak jenuh yang aman dikonsumsi dalam sehari adalah sekitar 120 kalori (13,3 gram). Sebagai perkiraan takaran, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi makanan atau minuman mengandung santan hingga satu cangkir dalam sehari. Jika Anda mengonsumsi santan dengan takaran lebih dari itu, asupan lemak jenuh ke tubuh akan melampaui batas yang dianjurkan di atas. ---Pengetahuan tak terbatas kini lebih dekat. Simak ragam ulasan jurnalistik seputar sejarah, budaya, sains, alam, dan lingkungan dari National Geographic Indonesia melalui pranala WhatsApp Channel https://shorturl.at/IbZ5i dan Google News   https://shorturl.at/xtDSd. Ketika arus informasi begitu cepat, jadilah bagian dari komunitas yang haus akan pengetahuan mendalam dan akurat.