Saat Anda melihat tato baik tato milik orang lain atau Anda sendiri, pernahkah terlintas dalam pikiran tentang di bagian mana tinta tato masuk ke tubuh?
Pertanyaan tersebut pernah terlintas dalam pikiran atau pun tidak, tidak ada salahnya mengetahui hal tersebut untuk menambah pengetahuan sains Anda.
Melansir Popular Science, dokter kulit Dr. Lauren Ploch menjelaskan bahwa ketika seseorang ditato, tinta akan disimpan sebagai pigmen di dermis kulit. Ini berada di bawah lapisan atas kulit (epidermis) tetapi di atas lemak kulit. Sel-sel di dermis diganti jauh lebih lambat daripada di epidermis, itulah sebabnya tato tidak memudar saat kita melepaskan sel-sel kulit.
Dokter kulit Dr. Lauren Moy juga menambahkan bahwa ketika tinta tato masuk ke kulit, tubuh mengenalinya sebagai benda asing. Hal itu menyebabkan tubuh merekrut sel imun ke area tersebut. Inilah sebabnya mengapa kulit yang baru ditato bisa menjadi meradang atau sensitif.
Dalam kebanyakan kasus, perawatan pasca-tato dapat mengurangi sebagian besar reaksi ini. Perawatan pasca-tato termasuk menjaga kebersihan area kulit yang ditato, menggunakan pelembap, dan menghindari paparan sinar matahari atau air.
Lebih lanjut, sel imun yang membanjiri kulit Anda yang baru ditato termasuk sel makrofag, yaitu sel yang khusus mengunyah molekul asing. Sel-sel ini melahap pigmen tetapi kesulitan untuk memecahnya. Ini berarti tinta pada tato didistribusikan antara sel kulit dan sel imun.
Ketika makrofag mati, mereka melepaskan isinya, tetapi tinta itu dengan cepat dimakan oleh makrofag lain di area tersebut. Proses 'menangkap' dan 'menangkap kembali' ini menahan tinta tetap di kulit yang ditato.
Namun, jika tubuh memiliki reaksi alergi terhadap tinta, area bersisik tebal berwarna merah atau merah muda dapat terbentuk di kulit, kata Ploch. Beberapa reaksi alergi ini disebabkan oleh sel imun yang disebut limfosit. Jenis tinta tertentu lebih mungkin memicu reaksi pseudolimfomatosa ini.
Satu studi ilmiah terhadap 104 biopsi kulit dari orang-orang yang memiliki reaksi alergi terhadap tato mereka menunjukkan bahwa 78 persen reaksi melibatkan pigmen merah. Respons ini juga dapat terjadi beberapa bulan atau tahun setelah tato dibuat.
Apakah tinta tato bisa keluar dari kulit?
Ploch menjelaskan bahwa tinta tato secara teknis dapat bergerak melalui tubuh, tetapi biasanya tidak bergerak terlalu jauh.
Ketika tinta bergerak, itu karena sistem kekebalan tubuh telah memecah pigmen menjadi ukuran yang dapat dialirkan ke sistem limfatik, yang mengalir ke kelenjar getah bening. Kerusakan pigmen ini menyebabkan tato menjadi kabur atau memudar. Meskipun demikian, bahkan pigmen yang telah dihancurkan berkeping-keping oleh sistem kekebalan tubuh dan dikeluarkan dari kulit masih dapat menimbulkan masalah.
Sebuah studi kasus tahun 2018 melaporkan kasus seorang pasien kanker yang bertato tebal. Mastektomi pasien tersebut berakhir dengan hasil yang tidak terduga ketika dokter bedahnya melihat kelenjar getah beningnya berubah menjadi hitam.
Diagnosis yang salah dapat menyebabkan wanita tersebut dirawat karena melanoma ganas. Untungnya, dokternya menyadari warna tersebut disebabkan oleh tinta tato yang rusak yang menumpuk di kelenjar getah bening. Analisis mereka menunjukkan perubahan warna tersebut tidak berbahaya.
Menghilangkan tato
Kerusakan pigmen juga terjadi saat tato dihilangkan. Ploch mengatakan bahwa kebanyakan laser yang ada di pasaran saat ini pada dasarnya memecah pigmen menjadi potongan-potongan yang lebih kecil sehingga dapat dibersihkan oleh sistem limfatik kita dengan cepat dan lebih efisien.
Proses ini, kata Moy, melepaskan zat kimia seperti oksida besi dan seng dari pigmen, yang dapat menyebabkan reaksi lebih lanjut. Namun, pada akhirnya, reaksi-reaksi ini umumnya ringan, kata Ploch.
Artikel ini disadurur dari National Geographic