Saat Anda merebus telur ayam, bagian putih telurnya yang transparan akan berubah menjadi putih saat menggumpal, sehingga menciptakan telur rebus berwarna putih dengan bagian tengah berwarna kuning yang banyak kita kenal. Namun hal itu tidak berlaku pada telur penguin saat Anda merebusnya. Anda akan mendapatkan tampilan yang sangat berbeda. Alih-alih berubah menjadi putih, bagian putih telur penguin ini justru akan tetap transparan. Merebus telur penguin akan menciptakan telur yang tampak sangat unik, yakni Anda akan dapat melihat tembus pandang hingga ke kuning telurnya. “Ada sekitar 17 spesies penguin dan telur dari beberapa spesies di antaranya telah digunakan sebagai makanan dalam banyak kesempatan,” kata Robert Headland, mitra senior Scott Polar Research Institute di University of Cambridge, Inggris, seperti dikutip dari IFLScience. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir perburuan penguin atau telurnya telah menjadi ilegal di beberapa bagian dunia, selama eksplorasi Antarktika, daging mereka sangat penting untuk memerangi penyakit kudis dan telur mereka merupakan sumber makanan yang menopang kehidupan. Jika Anda berpikir memakan telur penguin itu aneh, tunggu saja sampai Anda mendengar tentang tim peneliti yang menyantap bison berusia 50.000 tahun. Telur penguin Gentoo adalah varietas yang sering disebutkan dalam buku resep Antarktika kuno. Hal ini mungkin karena mereka memiliki musim bertelur yang lebih panjang dan akan bertelur lebih dari satu, tidak seperti penguin Kaisar yang keberhasilan reproduksinya bergantung pada satu telur per musim.
Donald Morrison
Bagian 'putih' telur penguin rebus berwarna transparan.
“Saya terutama tahu telur penguin Gentoo, ini jenis yang paling umum, dan saya bisa mendeskripsikannya,” kata Headland, yang telah menjelajahi kedua wilayah kutub sejak 1977. “Tidak mudah untuk mendapatkannya dalam keadaan segar kecuali jika terlihat sedang bertelur. Telur yang rusak terkadang meledak karena tekanan dari isinya yang membusuk.” Ada yang bilang telur pengin Gentoo ini lezat. Adapun mengenai penampilannya, telur-telur penguin ini tidak selalu berbeda dengan telur unggas air yang lebih dikenal kebanyakan orang. Namun ada sesuatu yang cukup aneh terjadi ketika telur-telur itu direbus. Seperti apa rupa telur penguin yang telah direbus? "Ukurannya kira-kira seukuran telur bebek, lebih besar dan lebih bulat daripada telur ayam. Cangkangnya lebih tebal dan lebih kuat daripada cangkang ayam, dan perlu kehati-hatian saat memecahkannya agar tidak berantakan," jelas Headland. "Putih telur mentahnya transparan dengan sedikit warna kehijauan dibandingkan dengan putih telur ayam. Kuning telurnya jauh lebih cerah, jauh lebih jingga daripada putih telur ayam," lanjutnya lagi. "Saat dimasak, direbus (sekitar 10 menit), atau digoreng, putih telurnya menggumpal tetapi tetap transparan, tidak memutih. Kuning telurnya mengeras dan mempertahankan warna cerahnya. Jika telur ini dikocok, untuk omelet, atau diorak-arik, hasilnya tidak jauh berbeda dengan telur ayam, bebek, atau kebanyakan telur lainnya." Mengenai mengapa telur penguin punya tampilan unik ini, menurut Polar Guidebook, hal itu berkaitan dengan rasio glikoprotein yang dikandungnya. Meskipun telur ayam sebagian besar kaya akan ovalbumin, telur penguin mengandung 25 persen penalbumin, yang membantu mereka bertahan hidup di suhu beku di wilayah tersebut. Catatan sejarah soal konsumsi telur penguin Jika Anda juga pernah mendengar bahwa telur penguin menghasilkan meringue yang lezat – sesuatu yang kami temukan saat meneliti telur penguin rebus – hal ini juga tampaknya benar, seperti yang dialami langsung oleh Donald Morrison yang tinggal di Kepulauan Falkland. Di Kepulauan Falkland, penduduk lokal, yang dikenal sebagai "orang-orang Kelper", kalah jumlah dibandingkan penguin yang tinggal di sana. Angka persisnya, populasi manusia adalah sekitar 3.500 jiwa, sedangkan populasi penguin lebih dari satu juta. Pangan bagi manusia merupakan masalah yang kompleks. Sebab, meskipun orang-orang Kelper memiliki akses ke lebih banyak daging dan ikan daripada yang bisa mereka makan, produk segar jauh lebih sulit didapat. Tanah mereka yang tipis dan asam tidak cocok untuk pertanian, yang berarti mereka harus mengimpor sebagian besar produk segar mereka dengan harga yang cukup mahal. Menurut BBC, setengah kubis putih harganya $7,53 sementara tiga hingga empat zucchini bisa mencapai (£7,23). Ini berarti orang-orang Kelper telah belajar untuk memaksimalkan apa yang tersedia bagi mereka, yang secara historis mencakup pengasaman dan pengawetan telur angsa, telur ayam, dan – ya – telur penguin. Menurut Morrison, telur penguin Gentoo masih dapat dikonsumsi dan dimakan tetapi hanya oleh pemegang izin. Mengumpulkan telur di tempat lain adalah ilegal. Di tempat lain, mengumpulkan telur penguin sebagian besar ilegal di wilayah yang dilintasi manusia dan penguin. Antarktika tidak dan tidak pernah memiliki populasi asli pribumi, tetapi ada masa ketika para penjelajah mengandalkan "pengumpulan telur" untuk menjaga persediaan makanan mereka selama ekspedisi. "Pengumpulan telur penguin dilakukan oleh beberapa ekspedisi 'zaman heroik' ketika burung-burung tersebut tiba di tempat perkembangbiakan mereka di musim semi," kata Headland. "Cangkang beberapa telur penguin, yang sekarang kering dan kosong, masih dapat dilihat di beberapa gubuk bersejarah. Sangat penting untuk datang lebih awal dan cepat agar dapat memperoleh persediaan dalam jumlah besar yang, dengan perawatan yang tepat, dapat bertahan hingga musim dingin." Seperti apa rasa telur penguin? Soal rasa telur penguin rebus, tampaknya meskipun konsumsinya tidak ilegal, Anda mungkin tidak akan menemukan banyak orang yang mengunyah putih telurnya yang bening dan berminyak. “Rasanya agak amis karena krill merupakan bagian utama dari makanan,” kata Headland. “Komentar pribadi saya, telur penguin terasa jauh lebih enak saat lapar.” “Rasanya tidak begitu enak setelah direbus dan perlu cuka agar bisa dimakan,” kata Morrison, tetapi “Saya membuat pavlova dengan satu telur, dan rasanya lezat.” Jadi, kesimpulannya: Telur penguin direbus hingga bening, rasanya seperti ikan, dan cocok dijadikan pavlova. Nah, itu sesuatu yang Anda ketahui sekarang. ---Pengetahuan tak terbatas kini lebih dekat. Simak ragam ulasan jurnalistik seputar sejarah, budaya, sains, alam, dan lingkungan dari National Geographic Indonesia melalui pranala WhatsApp Channel https://shorturl.at/IbZ5i dan Google News https://shorturl.at/xtDSd. Ketika arus informasi begitu cepat, jadilah bagian dari komunitas yang haus akan pengetahuan mendalam dan akurat.